KHASIYAT AYAT KURSI

KHASIYAT AYAT KURSI




Inilah Kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari hadits Bukhari. Tentang dahsyatnya khasiat Ayat Kursi. Tentang rahasia yang dibeberkan oleh setan menjelang tidur. Mari kita mempraktekkan resep yang ada dalam kisah teladan Nabi Muhammad yang kurang lebih diriwayatkan dalam hadits Bukhari seperti berikut ini…

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW mewakilkan tugas untuk menjaga zakat fitrah Ramadhan kepadaku, kemudian ada seseorang mendekatiku lalu dengan bergegas dia mengambil satu genggam makanan yang dijaga itu. Dan aku pun dengan cepat menangkapnya dan aku katakan bahwasanya aku tidak segan mengadukan perkara ini kepada Rasulullah SAW.

Maka dia pun mengeluh, tuturnya: “Saya ini orang miskin yang memiliki banyak beban keluarga, dan saya amat memerlukannya.” Lalu aku lepaskan dia. Pada pagi harinya saya menemua Rasul SAW, dan sabda beliau : “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu tadi malam? Jawab saya : “Dia mengeluh bahwasanya dia melarat, sampai saya tak sampai hati, maka saya lepaskan dia. Sabdanya (Rasulullah): “Dia membohongimu, dan malam nanti dia akan mendatangimu kembali

Alkisah, saya menjaganya makin ketat, sebab beliau (Nabi Muhammad SAW), memberitahu bahwa dia hendak mendatangiku kembali. Ternyata betul, dia hadir dan mengambil satu genggam lagi. Kemudian saya tangkap dia, dan saya katakan perihal ini akan diadukan pada Rasulullah SAW.

Dia menjawab sama seperti pada malam pertama, dan dia janji untuk tidak mengulanginya. Karena jawabnya itu, maka saya lepaskan dia. Dan pada pagi harinya beliau Nabi Muhammad SAW, menegur tindakan saya tadi malam (partanyaan dan jawaban sama dengan pada malam pertama).

Pada malam ke-3 saya lebih mengetatkan penjagaan, dan ternyata dia hadir kembali mendekati saya, dan melakukan seperti malam-malam sebelum itu. Saya mengatakan padanya : “Ini sudah malam yang ke-3 anda telah berjanji untuk tidak lagi mengulanginya, mengpa anda kau kembali lagi?

Jawabannya: “Lepasakan saya, dan saya berjanji mau mengajarkan kepada engkau kalimat yang dapat engkau ambil manfaatnya. Tanya saya: “Apa yang dimaksud?”

Jawabannya : “Ketika mau tidur baca olehmu ayat kursi, pasti engkau dijaga selalu oleh Allah, dan setan tiada menghampirimu hingga pagi. Lalu saya lepasakan dia, dan pada pagi hari beliau Nabi SAW, kembali bertanya : “Apa yang dilakukan tawananmu tadi malam? Jawab saya : “Dia mengajarkan beberapa kalimat kepada saya, katanya dapat diambil manfaat bagi saya, sampai saya melepasakan dia.

Tanya beliau Nabi Muhammad SAW : “Kalimat apakah itu? Jawab saya : “Dia mengatakan, bila engkau tidur, baca AYAT KURSI, pasti engkau akan selalu dijaga oleh Allah dan setan tiada menghampiri engkau sampai pagi. Lalu beliau bersabda : “Dia berkata benar, padahal biasanya dia bohong. Tahukah kamu siapa ia? Jawab saya : “Tidak tahu.” Kemudian beliau bersabda : “Itu adalah setan.” (HR Bukhari)


HASAN ALBASHRIY : PENYEBAB RUSAKNYA HATI

HASAN ALBASHRIY : PENYEBAB RUSAKNYA HATI


Hati merupakan bagian paling vital dalam kehidupan tak terkecuali dalam masalah aqidah dan keimanan seseorang karena semua bertumpu pada hati , saking pentingnya Baginda Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan pada umatnya supaya selalu menjaga hati dari perbuatan dosa serta penyakit penyakit hati lainya karena ketika hati seseorang sudah rusak maka rusaklah semua amalnya .
Dalam sebuah hadits Nabi memberi warning ( peringatan ) akan pentingya menjaga hati , beliau bersabda :
ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله : ألا وهي القلب
Ingat bahwasanya didalam jasad ada segenggam daging ( mudghoh ) , ketika daging tersebut baik maka baik seluruh jasad, dan ketika rusak daging (  mudghoh ) tersebut maka rusak seluruh jasad . ingat dia adalah hati . ( Syarah Arba’in Nawawi Hal : 22 )
Mengingat pentingnya menjaga hati dari pengaruh negatif yang bisa merusak kadar keimanan serta amal ibadah kita Syeh Hasan Al Bashriy salah satu dari ulama terpandang dari kalangan tabi’in memberikan pelajaran penting bagi kita yaitu enam perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati :
1.       Ketika melakukan perbuatan dosa , merasa akan diampuni dosanya .
Salah satu perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati adalah selalu merasa aman dari dosa dengan berprasangka bahwa semua dosa yang dilakukan pasti diampuni kelak sehingga tidak ada rasa takut untuk berbuat dosa dan ma’siat karena merasa dosanya diampuni .
2.       Belajar ilmu tapi tidak diamalkan
Ilmu adalah komponen penting dalam sebuah perjalanan hidup tak terkecuali dalam masalah ibadah karena ilmu yang menuntun kebsahan dari ibadah tersebut , namun bagi penuntut ilmu hendaknya berhati hati karena ilmu yang tidak diamalkan dapat merusak hati , misal kita belajar ilmu untuk mengalahkan orang lain , supaya disegani dan lain sebagainya karena pada hakikatnya amal merupakan buah dari ilmu .
3.       Ketika beramal baik tidak ikhlas
Amal sholih merupakan perbuatan yang dianjurkan dalam kehidupan beragama namun ketika amal sholih dibarengi dengan ketidak ikhlasan dapat menimbulkan penyakit hati yang pada akhirnya merusak hati dan kadar kebaikan suatu amal akan luntur sebab ujub , riya dll.
4.       Ketika mendapat rizki tidak bersyukur
Syukur merupakan perintah Allah SWT untuk segala bentuk ni’mat yang diberikan , jika rasa syukur sudah hilang dari kehidupan maka rusaklah hati dan kadar keimanan seseorang karena orang tersebut masuk dalam katagori kufur ni’mat .
5.       Tidak ridho dengan pembagian Allah
Sehat , sakit , kaya , miskin , gateng , jelek merupakan hak preogratif Allah SWT dalam hal penciptaan tidak ada yang boleh intervensi semua harus kita terima sebagai bentuk cobaan hidup karena dengan menolak atau tidak menerima kodrat kita berarti kita tidak ridho dengan ketetapan Allah dan hal itu dapat merusak hati kita .
6.         Kurang mengingat mati .
Mati merupakan salah satu cara Allah mengingatkan kita kepada alam akhirat , mengingatkan kita akan pembalasan amal , mengingatkan kita terhadap pertanggung jawaban didunia jika semua hal itu sudah hilang dari rasa padahal mati ada di hadapan kita pertanda hati kita sudah beku bahkan mati dan rusak .
Demikian enam perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati , semoga kita selalu dapat menjaga hati kita dan Allah menyelamatkan hati kita amin .


Sumber : Nashoihul Ibad Hal 47 .
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Islam Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger