Showing posts with label Tashowuf. Show all posts
Showing posts with label Tashowuf. Show all posts

HASAN ALBASHRIY : PENYEBAB RUSAKNYA HATI

HASAN ALBASHRIY : PENYEBAB RUSAKNYA HATI


Hati merupakan bagian paling vital dalam kehidupan tak terkecuali dalam masalah aqidah dan keimanan seseorang karena semua bertumpu pada hati , saking pentingnya Baginda Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan pada umatnya supaya selalu menjaga hati dari perbuatan dosa serta penyakit penyakit hati lainya karena ketika hati seseorang sudah rusak maka rusaklah semua amalnya .
Dalam sebuah hadits Nabi memberi warning ( peringatan ) akan pentingya menjaga hati , beliau bersabda :
ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله : ألا وهي القلب
Ingat bahwasanya didalam jasad ada segenggam daging ( mudghoh ) , ketika daging tersebut baik maka baik seluruh jasad, dan ketika rusak daging (  mudghoh ) tersebut maka rusak seluruh jasad . ingat dia adalah hati . ( Syarah Arba’in Nawawi Hal : 22 )
Mengingat pentingnya menjaga hati dari pengaruh negatif yang bisa merusak kadar keimanan serta amal ibadah kita Syeh Hasan Al Bashriy salah satu dari ulama terpandang dari kalangan tabi’in memberikan pelajaran penting bagi kita yaitu enam perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati :
1.       Ketika melakukan perbuatan dosa , merasa akan diampuni dosanya .
Salah satu perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati adalah selalu merasa aman dari dosa dengan berprasangka bahwa semua dosa yang dilakukan pasti diampuni kelak sehingga tidak ada rasa takut untuk berbuat dosa dan ma’siat karena merasa dosanya diampuni .
2.       Belajar ilmu tapi tidak diamalkan
Ilmu adalah komponen penting dalam sebuah perjalanan hidup tak terkecuali dalam masalah ibadah karena ilmu yang menuntun kebsahan dari ibadah tersebut , namun bagi penuntut ilmu hendaknya berhati hati karena ilmu yang tidak diamalkan dapat merusak hati , misal kita belajar ilmu untuk mengalahkan orang lain , supaya disegani dan lain sebagainya karena pada hakikatnya amal merupakan buah dari ilmu .
3.       Ketika beramal baik tidak ikhlas
Amal sholih merupakan perbuatan yang dianjurkan dalam kehidupan beragama namun ketika amal sholih dibarengi dengan ketidak ikhlasan dapat menimbulkan penyakit hati yang pada akhirnya merusak hati dan kadar kebaikan suatu amal akan luntur sebab ujub , riya dll.
4.       Ketika mendapat rizki tidak bersyukur
Syukur merupakan perintah Allah SWT untuk segala bentuk ni’mat yang diberikan , jika rasa syukur sudah hilang dari kehidupan maka rusaklah hati dan kadar keimanan seseorang karena orang tersebut masuk dalam katagori kufur ni’mat .
5.       Tidak ridho dengan pembagian Allah
Sehat , sakit , kaya , miskin , gateng , jelek merupakan hak preogratif Allah SWT dalam hal penciptaan tidak ada yang boleh intervensi semua harus kita terima sebagai bentuk cobaan hidup karena dengan menolak atau tidak menerima kodrat kita berarti kita tidak ridho dengan ketetapan Allah dan hal itu dapat merusak hati kita .
6.         Kurang mengingat mati .
Mati merupakan salah satu cara Allah mengingatkan kita kepada alam akhirat , mengingatkan kita akan pembalasan amal , mengingatkan kita terhadap pertanggung jawaban didunia jika semua hal itu sudah hilang dari rasa padahal mati ada di hadapan kita pertanda hati kita sudah beku bahkan mati dan rusak .
Demikian enam perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati , semoga kita selalu dapat menjaga hati kita dan Allah menyelamatkan hati kita amin .


Sumber : Nashoihul Ibad Hal 47 .

RAIHLAH KESEMPATAN SEBELUM KESEMPATAN ITU HILANG

RAIHLAH KESEMPATAN SEBELUM KESEMPATAN ITU HILANG

pembaca yang berbahagia dalam kesempatan kali ini saya akan coba memberikan sedikit suguhan tentang betapa manusia itu tidak sadar akan besarnya ni'mat Allah SWT sehingga mereka tidak merasakan hadirnya ni'mat tersebut dan ketika keni'matan tersebut di cabut oleh Allah baru mereka sadar bahwa ada yang berkurang dari dirinya , oleh karenanya mari Raihlah kesempatan sebelum kesempatan itu hilang .  

 sesuai dengan tema diatas Nabi menjelaskan dalam sebuah hadist : 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : اغتنم خمسا قبل خمس : شبايك قبل هرمك وصحتك قبل سقمك وغناك قبل  فقرك وحياتك قبل موتك وفراغك قبل شغلك . رواه الحاكم والبيهقى

Rosululllah SAW bersabda : raihlah lima perkara sebelum lima perkara , masa mudamu sebelum tuamu , sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu , hidupmu sebelum matimu , masa senggangmu sebelum sibukmu . ( HR Al Hakim , al Baihaqi )

Dari  hadits diatas terdapat penjelasan yang sangat penting bagi kita dan menjalani kehidupan ini menuju ridho robbi : 

Pertama : Raihlah masa muda kamu sebelum masa tua datang 

hal itu menjelaskan bahwa selagi kita masih muda dan masih kuat menjalankan berbagai macam aktivitas serta berbuat kabaikan mari raih kesempatan masa muda tersebut , karena ketika masa muda tersebut sudah hilang maka hilang pula kesempatan itu 

Kedua : Raihlah masa sehat kamu sebelum datang masa sakit 

kesehatan merupakan modal yang utama seseorang beraktivitas sehingga hal tersebut menjadi sangat penting maka pada waktu sehat mari perbanyak amal ibadah dan to'at selagi masih diberikan kekuatan sehat .

Ketiga : Raihlah masa kaya kamu sebelum datang kemiskinan 

Harta merupakan titipan dari Allah kapan dan dimana saja Allah berhak untuk memindah dan mencabutnya oleh karena itu selagi kita diberi kesempatan kaya , jangan sia siakan kesempatan tersebut dengan mengeluarkan hak hak kekayaan serta hak faqir miskin dengan bersedekah dll karena hal tersebut tidak akan bisa kita lakukan setelah Allah mencabutnya dari kita . 

 Keempat : Raihlah kesempatan hidup sebelum datang kematian 

Hidup merupakan anugarah sekaligus cobaan , karena hidup merupakan ujian yang harus dilalui oleh karenanya selagi kita diberi kesempatan hidup jangan sampai kita sia siakan , berbuat baik , beramal sholih , serta menjalankan semua perintah dan menjauhi laranganya merupakan kewajiban kita jangan sampai semua itu terlewatkan hingga ajal menjemput .

Kelima : Raihlah kesempatan di masa senggang sebelum datang masa sibuk 

Tim is Money salah satu ungkapan bagi mereka yang pekerja keras , namun hal itupun bisa jadi motivasi kita bersama bahwa masa senggang di dunia dimana kita bisa menjalankan segala aktivitas dan semua bisa berbuah pahala jangan sampai terlewatkan sehingga ketika kita di mahsar tidak ada lagi istirahat tidak ada lagi kesempatan karena semua disibukan dengan urusanya sendiri sendiri disibukan dengan catatan amal kita sendiri sendiri .

Semoga sedikit catatan ini dapat merubah pola pikir kita sehingga kita bisa meraih kesempatan sebelum kesempatan itu hilang  

( nashoihul ibad hal: 34 )

PENYEBAB SUSAHNYA KEHIDUPAN DI DUNIA

PENYEBAB SUSAHNYA KEHIDUPAN DI DUNIA


Pada era sekarang ini menyalahkan adalah hal yang lazim dilakukan oleh sebagian masyarakat kita , terlebih pada pemerintah , entah hal tersebut karena kurang puas terhadap kinerja pemerintah atau karena memang dirasa pemerintah tidak berpihak pada kepentinganya atau bahkan karena korban politik .

Setelah dikaji lebih lanjut teryata kejadian ataupun peristiwa yang terjadi saat ini baik itu kehidupan yang susah karena ekonomi yang sulit , pemerintah yang kurang berpihak pada rakyat atau yang lainya ternyata hal itu sudah digambarkan oleh Rosulullah pada masanya akan tetapi manusia yang kurang peka seperti kita cenderung menyalahkan dan mengkambing hitamkan orang lain sebagai penyebab segalanya . padahal  penyebab susahnya kehidupan di dunia ini teryata kita sndiri yang menanamnya , Rosulullah bersabda :

سيأتى  زمان على أمتى يفرون من العلماء والفقهاء فيبتليهم الله بثلاث بليات : أولاها يرفع الله البركة  من كسبهم  والثاتية يسلط الله تعالى عليهم سلطانا ظالما والثالثة يخرجون من الدنيا بغير ايمان

Akan datang satu masa dimana umat menjauh dari ulama’ dan ahli fiqih , maka Allah akan memberikan tiga cobaan ( bala’ ): pertama : Allah akan mencabut berkah dari pekerjaan mereka , kedua : Allah akan akan menguasakan pemimpin yang dholim  kepada mereka ketiga : mereka meninggal dalam keadaan tanpa iman . ( Nashoihul Ibad Hal : 4 )

Dari sabda nabi tersebut jika kita cocokkan dengan keadaan sekarang amat sangat singkron , kenapa demikian dengan semakin banyaknya umat acuh terhadap urusan agama terlebih mengakui keberadaan ulama’ dan ahli fiqih serta mengambil hikmah dari keduanya akhirnya mereka cenderung lari dan menjauh dari kehidupan yang menggunakan konsep syari’at dengan hanya mengandalkan logika semata padahal mereka tau bahwa semua lahir karena kehendak yang Kuasa .

Sementara itu kesadaran mereka akan bala’ yang telah ditimpakan kepada mereka juga tidak dirasa malah cenderung menyalahkan yang berkuasa dan lupa bahwa itu adalah hasil dari perbuatan mereka yang menjauh dari ajaran agama , dengan meniadakan fungsi Ulama’ dan Fuqoha’nya .


Demikian sedikit penjelasan dari keadaan yang terjadi semoga kita sgera sadar diri dan kembali pada apa yang di perintahkan Ilahi dan semoga Allah mengangkat semua bala’nya dari bumi pertiwi . amin 

ENAM PERKARA YANG MENDEKATKAN PADA SURGA DAN MENJAUHKAN DARI NERAKA

ENAM PERKARA YANG MENDEKATKAN PADA SURGA DAN MENJAUHKAN DARI NERAKA


Dalam kesempatan kali ini kami akan menguraikan salah satu maqolah ( ucapan ) dari sahabat Rosulullah SAW yaitu sayidina Ali bin abi Tholib dalam penjelasannya tentang enam perkara yang mendekatkan kita pada surga dan menjauhkan dari neraka , yang mana maqolah tersebut terangkum dalam kitab Nashoihul Ibad karya Imam Nawawi al Bantani .

Adapun enam perkara yang mendekatkan kita pada surga dan menjauhkan dari neraka adalah :

Mengenal Allah serta menta’atinya

Enam perkara yang mendekatkan kita pada surga dan menjauhkan dari neraka adalah mengenal Allah artinya kita sebagai manusia harus tau dan faham bahwa Allah adalah dzat yang menciptakan kita , dzat yang memberi rizqi , dzat yang menghidupkan dan dzat yang mematikan kita , dengan demikian wajib hukumnya kita menta’ati semua perintahnya dan menjauhi laranganya , karena hal tersebut menjadi tugas poko manusia di turunkan di bumi ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Adzariyat ayat : 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku . ( Ad Dzariyat : 56 )

Mengenal setan dan menjauhinya

Yang kedua adalah mengenal atau tahu bahwa setan adalah musuh yang paling nyata dan jelas bagi manusia untuk menjerumuskan manusia dari jalan Allah maka dari itu dengan mengenal hakikat dari setan kita akan menjauh dan menjaga diri dari bujuk rayu setan , hal itu sesuai dengan firman Allah SWT surat Al Baqoroh ayat : 168

يا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Wahai manusia makanlah apa apa yang halal dan baik yang ada di bumi dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah setan karena dia adalah musuh yang ynyata bagimu ( Al Baqoroh : 168 )

Mengenal akhirat seraya mencarinya

Yang ketiga adalah mengenal /  mengetahui hakikat akhirat bahwa akhirat adalah tempat kembali yang kekal sehingga kita akan mempersiapkan bekal untuk menuju akhirat dengan memperbanyak amal sholih dan mendekatkan diri kepada Allah , karena kita tahu bahwa dunia hanyalah persinggahan sedang akhirat adalah tempat kembali yang abadi , sesuai firman Allah dalam surat Al A’la ayat : 16 -17

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا () وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى ()

.... akan tetapi mereka lebih memilih kehidupan dunia padahal kehidupan akhirat lebih baik dan kekal ( Al A’la 16 – 17 )

Mengenal dunia seraya membuangnya

Dunia dan kehidupanya merupakan panggung yang megah dan penuh akan tipu daya oleh karenanya siapa yang terbuai dalam bujuk rayunya maka akan hilang kesadaranya akan kehidupan selanjutnya yaitu akhirat , oleh karenanya termasuk enam perkara yang mendekatkan kita pada surga dan menjauhkan dari neraka adalah mengenal hakikat dunia dengan demikian kita bisa mengetahui dan bisa membentengi diri dari bujuk rayunya karena dunia hanyalah sementara , hal ini sesuai firman Allah

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tidaklah kehidupan di dunia kecuali hanya harta yang menipu ( Ali Imron ayat : 185 )

Mengetahui perkara yang haq kemudian mengikutinya

Haq dan batil merupakan dua perkara yang sulit dibedakn untuk sekarang ini oleh karenanya untuk menentukan perkara yang haq dan bathil harus jelas barometernya , ya karena ketika barometernya salah maka salah juga hukum yang lahir , maka pengetahuan agama serta hukum syari’at yang mumpuni yang dapat menjadi barometer .  dengan kita mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil maka kita bisa menjalankan aktivitas kehidupan sesuai aturan syari’at Allah

Mengetahui perkara yang batil  lalu menjuhinya

yang terakhir adalah mengetahui perkara yang bathil sehingga kita bisa menjauhi perkara yang di larang oleh Allah dengan demikian kita akan selamat dari murka Allah .
demikian enam perkara yang mendekatkan kita pada surga dan menjauhkan pada neraka dari maqolah yang utarakan oleh sayidina Ali semoga bisa menjadi bahan renungan kita semua dan semoga allah memberikan kemudahan untuk menjalankan perintahnya amin .

Sumber : Nashoihul Ibad Hal : 45 

PERISTIWA PENTING YANG TERJADI DI BULAN MUHARRAM ( ASYURO’ )

PERISTIWA PENTING YANG TERJADI DI BULAN MUHARRAM ( ASYURO’ )



    Selain sebagai awal tahun dan kesunahan menjalankan pusa pada tanggal 10 muharram berdasarkan bebrapa hadits , dalambulan Muharram juga terdapat peristiwa penting yang terjadi . peristiwa penting yang terjadi di bulan Muharram ( Asyuro’) adalah :


1.         1 Muharram – Khalifah Umar Al-Khattab mula membuat penetapan kiraan bulan dalam Hijrah.
2.         10 Muharram – Dinamakan juga hari “Asyura” pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah dari menegakkan keadilah dan kebenaran.  

Pada 10 Muharram juga telah berlaku:

1.          Nabi Adam bertaubat kepada Allah
2.         Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3.          Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama 6 bulan
4.         Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud
5.         Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa
6.         Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara
7.          Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah
8.         Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya
9.          Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam
10.      Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun
11.       Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah
12.       Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar
13.       Hari pertama Allah menciptakan alam
14.      Hari Pertama Alllah menurunkan rahmat
15.      Hari pertama Allah menurnkan hujan
16.      Allah menjadikan ‘Arasy
17.      Allah menjadikan Luh Mahfuz
18.      Allah menjadikan alam
19.       Allah menjadikan Malaikat Jibril
20.       Nabi Isa diangkat ke langit.


Penulis : KH. Abdurrahman Navis, Lc., MHI
(Direktur Aswaja Center Jawa Timur)




5 CARA MENGGAGALKAN GODAAN SETAN

5 CARA MENGGAGALKAN GODAAN SETAN


Setan satu kata yang amat sangat familiar dalam telinga manusia terlebih para muslim yang selalu memperhatikan kualitas ibadahnya kepada Allah .

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ululmiddin pernah berkata bahwa diantara hal yang harus dimengerti oleh seorang hamba adalah mengetahui tipu daya setan dan godaannya. Sesungguhnya pemahaman ini fardhu ain adanya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau mengerti dan lebih suka disibukkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang menjebak dirinya sendiri masuk ke dalam kubangan setan.

Oleh karena begitu akutnya tipu daya setan, maka seorang hamba harus mengerti berbagai kiat mematahkan bujuk rayu setan. Hal ini berfungsi untuk menyelamatkan dirinya dari para setan yang terkutuk. Terkutuk karena godaan dan rayuan itu dihembuskan oleh setan bersama dengan hembusan nafas manusia. Sehingga Al-Hasan suatu ketika pernah ditanya oleh Abu Said “apakah setan itu tidur?”. Al-Hasanpun menjawa “jika setan itu tidur, pasti kita bisa istirahat”. Sayangnya setan tidak mengenal sekat ruang dan waktu. begitu juga godaan-godaan mereka yang mengalir bersama arus dalam darah seorang hamba.

Namun, manusia sebagai makhluk yang sempurna yang dibekali Allah dengan kemampuan bernalar harus memiliki kemauan untuk mngalahkan setan. Dan oleh karenanya Al-Ghazalai dengan jelas menerangkan 5 cara menggagalkan godaan setan. 

Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

 Rasulullah saw pernah bersabda:

إن المؤمن ينضى شيطانه كما ينضى أحدكم بعيره فى سفره

Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang diantara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan.

Jika sebuah binatang liar telah dikuruskan pastilah ia akan mudah diatur dan menjadi penurut. Karena ketergantungan kepada majikannya. Begitu juga setan, jika seorang hamba telah bisa menguasai setan dengan tidak serta merta memenuhi keinginannya, pastilah setan akan kurus badannya.

Kedua, tidak mendekatkkan dirinya kepada tempat-tempat kemaksiatan dan orang-orang mungkar.

Sungguh hal itu memperkuat daya pikat setan membujuk manusia. Rasulullah secara legoris menyatakan: 

من حام حول الحمى يوشك أن يقع فيه

Barang siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya.

Ketiga,  selalu sadar bahwa sesungguhnya tujuan setan menggoda hanyalah ingin menjerumuskan kita kelembah kenistaan dan kemadharatan abadi.

Tidak ada godaan setan yang membawa pada kemanfaatan. Sesungguhnya setan berbuat demikian karena setan ahli cuci tangan. Ibarat penjegal yang merasa puas jika korbannya jatuh tersungkur dan dia terkekeh dengan bangganya. Dalam surat al-Hasyr ayat 16 Allah menerangkan

…إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ …

…ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu… 

Kemudian keempat,  selalu ingat bahwa selain berusaha cuci tangan, setan juga bersifat pengecut.

 Ia menginginkan banyak teman dalam kesesatannya. Semakin banyak teman yang menemani dirinya dalam kesesatan ia akan semakin puas. Karena sesungguhnya neraka sair itu sungguh luasnya. Dan karenanya setan menginginkan kawan untuk mengisinya. Demikian keterangan al’A’raf 16-17 menerangkan

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ -

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,  kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Kelima guna mendukung keempat kiat tersebut seorang hamba harus senantiasa dalam kondisi lapar.

Karena kondisi lapar akan mempermudah seorang hamba dalam mengingat Allah swt.

إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع

Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut.


Demikian 5 cara menggagalkan godaan setan , semoga kita selalu dijauhkan dan diselamatkan dari tipu daya setan amin .

5 PERKARA YANG MENGHALANGI SESEORANG MENJADI ORANG SHOLIH

5 PERKARA YANG MENGHALANGI SESEORANG MENJADI ORANG SHOLIH

Menjadi orang yang baik sukses dunia akhirat merupakan impian setiap orang terlebih orang tua terhadap anaknya , segala usaha dilakukan demi mendapatkan ilmu serta pengetahuan untuk menjadi baik dan lebih baik hingga sampai derajat sholihin , namun pada kenyataanya keinginan tersebut oleh sebagian besar orang sulit terealisasikan karena terhalang oleh tindak perbuatan yang dilakukannya baik secara sadar ataupun tidak sadar .

Dalam sebuah perkataanya sahabat Ali Karaamallhu Wajhah pernah berkata yang intinya ada 5 perkara yang menghalangi seseorang menjadi orang sholih

لَوْلاَ خَمْسُ خِصَالٍ لَصَارَ النَّاسُ كُلُّهُمْ صَالِحِيْنَ أَوَّلُهَا الْقَنَاعَةُ بِالْجَهْلِ وَالْحِرْصُ عَلَى الدُّنْيَا وَالشُّحُّ بِالْفَضْلِ وَالرِّيَاءُ فِى الْعَمَلِ وَاْلإِعْجَابُ بِالرَّأْيِ
 (نصائح العباد للنووي البنتاني)

“andaikan tidak ada lima keburukan didunia ini, tentunya manusia menjadi orang saleh semua. Kelima keburukan itu adalah 1) merasa senang dengan kebodohan. 2) tamadk dengan dunia. 3) bakhil dengan kelebihan harta. 4) riya’ dalam beramal dan 5) membanggakan diri”.

Demikian keterangan Sayyidina Ali tentang 5 perkara yang menghalangi seseorang menjadi orang sholih  , lima hal yang merusak susunan masyarakat muslim sehingga terjebaklah mereka dalam kenistaan. Sebagaimana akan diterangkan satu persatu dibawah ini.

Pertama, merasa senang dengan kebodohan, 

artinya adalah membiarkan diri bahkan merasa nyaman dengan ketidak tahuan dalam masalah agama. Sebagaimana banyak terjadi pada muslim masa kini yang tiap harinya disibukkan dengan urusan bisnis dan bermacam pekerjaan demi mencapai cita-citanya. Sedangkan masalah ke-islaman cukup dipasrahkan saja kepada para ustadz yang dipanggil ketika dibutuhkan. Entah untuk berdoa, untuk ditanya ataupun sekedar dijadikan teman curhatnya.

Memang itu tidak salah, tapi semua itu menunjukkan ketidak seriusan keislaman mereka dibandingkan dengan keseriusannya belajar ilmu pengetahuan atupun kesibukannya mengurus berbagai urusan dunia. Orang seperti ini seharusnya mengingat pesan Rasulullah saw:

اللهُ يَبْغَضُ كُلَّ عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِاْلأَخِرَةِ رواه الحاكم

Allah membenci orang yang pandai dalam urusan dunia tetapi bodoh dalam urusan akhirat.

 Kedua, tamak dengan dunia dan ketiga bakhil dengan kelebihan harta, 

kedunya merupakan pasangan yang selalu terkait bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Karena siapapun yang tamak dan merasa kurang dengan berbagai kepemilikan hartanya pastilah dia akan berlaku bakhil dan sangat sayang dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

Dalam kesempaatan lain Rasulullah saw pernah menyinggung tentang ketamakan. Beliau berkata yang artinya bahwa mencintai harta adalah sumber segala kecelakaan dan keburukan. Baik keburukan fisik maupun mental. Mari kita bersama-sama berintropeksi diri mengapa diri ini seringkali masuk angin gara-gara terlalu sering di jalan demi mengejar satu pekerjaan. Betapa para pebisnis itu sering kali keuar masuk rumah sakit berganti-ganti penyakit karena komplikasi yang disebabkan kurangnya perhatian dalam mengurus diri dan lebih suka mengejar materi. Meskipun ini bukanlah hukum universal yang dapat diterapkan pada semua orang, tetapi minimal menjadi pelajaan bagi kita yang mengerti. Betapa kecintaan dan ketamakan dunia selalu membawa petaka. Belum lagi petaka mental yang merusak negeri ini. Korupsi, kolusi dan juga kebiasaan berbohong demi citra diri semua bermuara pada satu kata ‘tamak terhadap dunia’. Untuk hal ini khatib lebih baik tidak banyak komentar karena semua jam’ah telah mafhum adanya.
Rasulullah saw pernah bersabda:

الزّهْدُ فِى الدُّنْيَا يُرِيْحُ الْقَلْبَ وَالبَدَنَ وَالرُّغْبَةُ فِيْهَا تُتْعِبُ اْلقَلبَ وَاْلبَدَنَ رواه الطبرانى

Zuhud (tidak suka) dunia sangat menyenangkan hati dan badan. Sedangkan cinta dunia sangat melelahkan hati dan badan.

Demikianlah bahwa kebakhilan ataupun kepelitan merupakan dampak sistemik yang tidak terhindarkan dari ketamakan dunia. Dan kebakhilan pasti akan menjauhkan seseorang dari Allah, surga dan sesama manusia. Itu artinya kesalehan bagi orang yang bakhil adalah angan-angan belaka. Dan jikalau ada keselahan di sana pastilah itu hanya kesalehan yang semu. Karena hadits Rasulullah tentang kebakhilan yang menjauhkan seseorang dari Allah dan surga serta manusia sesama adalah hadits Shahih.

Keempat, riya dalam beramal. 

Termasuk dari lima perkara yang menghalangi seseorang menjadi orang sholih adalah Riya ( pamer ) Riya’ adalah pamer yaitu melakukan satu amal ibadah (agama) dengan maksud mendapatkan pujian dari manusia. Atau dengan bahasa yang agak kasar riya dapat juga dikatakan dengan mengharapkan nilai dunia dengan pekerjaan akhirat. Rasulullah saw menegaskan bahwa riya termasuk dalam kategori syirik kecil (as-syirikul asyghar) dalam salah satu sabdanya “sesungguhnya sesuatu yang sangat saya khawatirkan atas dirimu adalah syirik kecil, yaitu riya” (HR.Ahmad).

Disebut demikian karena perwujudan riya yang sangat halus dan tidak kentara. Adanya hanya dalam hati. Tidak ketahuan di dalam tindakan diri. Para sufi mengibaratkan halusnya riya seperti semut hitam yang merayap di atas batu keras warna hitam di tengah pekat malam. Begitu halusnya riya hingga seringkali mereka yang terjangkit penyakit ini seringkali tidak sadar.

Fudhail bin Iyadh seorang sufi pernah mencoba menjabakan tentang riya dengan bahasa keseharian katanya: ”jika datang seorang pejabat kepadaku, kemudian aku merapikan jenggotku dengan kedua belah tanganku, maka aku benar-benar merasa khawatir kalau dicatat dalam kategori orang-orang munafik”

Demikianlah hendaknya segala apa yang dilakukan manusia disandarkan kepada Allah swt. Tidak hanya semata mempertimbangkan kepentingan manusia. Apalagi jika berhubungan dengan amal ibadah murni seperti shalat, baca al-qur’an, zakat dan lainnya maka Allah swt mengancam mereka yang mendustainya dengan neraka Rasulullah saw bersabda:

اِنَّ اللهَ حَرَّمَ الْجَنَّةَ عَلَى كُلِّ مُرَاءٍ
Sesungguhnya Allah swt mengharamkan surga bagi orang yang riya.

Dan kelima, adalah ujub atau membanggakan diri. 

Yaitu merasa diri paling sempurna dibandingkan dengan yang lain. Ketidak bolehan perasaan ujub ini dikhawatirkan pada lahirnya kesombongan, dan kesombongan itu sendiri merupakan sifat Allah yang tidak boleh ada dalam diri manusia.

Demikianlah dan 5 perkara yang menghalangi seseorang menjadi orang sholih  lima hal yang menurut Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah dapat menghalangi seseorang menjadai seorang yang saleh.


KAROMAH SUAMI YANG ISTRINYA CEREWET

KAROMAH SUAMI YANG ISTRINYA CEREWET


Cerita berikut ini bisa kita baca dalam kitabUqûdul Lujjain karya Syekh Nawawi al-Bantani. Alkisah, seorang saleh mengunjungi rumah saudaranya yang juga terkenal saleh. Sebut saja Dullah dan Darsun. Setidaknya tiap tahun Dullah pergi menjumpai saudaranya itu.

Kali ini hampir saja Dullah tak bertemu Darsun. Begitu mengetuk pintu, yang terdengar adalah suara istri Darsun, "Siapa?"

"Saya saudara suamimu, datang untuk mengunjunginya"

"Suamiku sedang mencari kayu. Semoga ia tidak dikembalikan Allah ke rumah ini lagi." Dari balik pintu itu istri Darsun kemudian terus mencaci-maki suaminya. Habis-habisan.

Dullah hanya bisa menelan ludah, hingga akhirnya ia melihat Darsun pulang membawa kayu bersama seekor singa. Ya, Darsun meletakkan kayu itu di atas punggung binatang yang terkenal buas itu.

Sembari menurunkan kayu dari punggung singa, Darsun berujar kepada istrinya, "Kembalilah ke dalam. Semoga Allah memberkatimu," katanya yang lantas mempersilakan Dullah masuk ke dalam rumah.

Sambil mengucapkan salam, Darsun menampakkan air muka gembira menyambut kunjungan saudaranya itu. Tak lupa ia sajikan makanan untuk Dullah. Pertemuan pun terasa cair dan hangat.

Dullah lalu berpamitan. Tapi satu hal yang tetap menancap di pikiran Dullah: kekagumannya terhadap kesabaran Darsun menghadapi istrinya yang super cerewet, gemar mengolok suami sendiri, bahkan seperti melaknatnya. Darsun tak membalas lemparan kotoran dengan lemparan serupa.

Tahun berikutnya, Dullah berkunjung lagi. Sesaat selepas mengetuk pintu, sambutan ramah datang dari istri Darsun. Ucapan "Selamat datang" meluncur, disusul dengan pujian terhadap tamu. Perempuan itu juga memuji Darsun sembari menunggunya pulang.

Seperti biasa, Darsun pulang dengan membawa kayu bakar. Hanya saja, hari itu ia tak lagi bersama singa. Beban kayu bakar ia pikul sendiri di atas pundak. Darsun terlihat kian payah. Tapi sambutan yang menyenangkan terhadap saudaranya itu tidak berubah.

Tentang dua suasana berbeda yang ia alami, sebelum pamit Dullah memberanikan diri bertanya kepada Darsun. Mengapa perempuan yang menyambutnya berbeda dari perempuan tahun sebelumnya? Kemana pula singa perkasa yang dulu menggotong kayu itu?

Darsun memberi tahu, "Saudaraku, istriku yang berperilaku tercela itu telah meninggal dunia. Aku berusaha sabar atas perangai buruknya, sehingga Allah memberi kemudahanku untuk menaklukkan singa. Karena kesabaranku itu. Lalu aku menikah lagi dengan perempuan salehah. Aku sangat berbahagia dengannya. Hingga singa itu dijauhkan dariku, dan memaksaku memikul sendiri kayu bakarku."

Apa yang diceritakan Syekh Nawawi ini tentu bukan ingin melegitimasi perangai buruk seorang istri. Karena dalam kitab yang sama, ia berulang kali mengharuskan perempuan bersikap patuh dan menjaga tata krama terhadap suami.

Pesan moral dititikberatkan kepada cara suami menyikapi perilaku istri. Ketika situasi mendesak suami menghadapi kemungkinan terburuk, maka bersabar adalah langkah paling bijak. Sabar berarti kuat, bukan lemah, apalagi kalah. Sabar juga bisa menjadi modal dasar bagi usaha untuk memperbaiki. Kemenangan dan kemuliaan Darsun dalam kisah tersebut tercermin dari keistimewaan yang ia peroleh, sebagai imbalan dari kesabarannya yang luar biasa itu.

Hal sama juga bisa terjadi sebaliknya, yakni ketika istri terpaksa menghadapi perilaku suami yang jauh dari dambaan. Kesabaran adalah pilihan utama. Karena, sebagaimana dikutip Syekh Nawawi, Rasulullah bersabda:


مَنْ صَبَرَ عَلىَ سُوْءِ خُلُقِ زَوْجَتِهِ أَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَا أَعْطَى أَيُّوْبَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ مِنَ الأَجْرِ وَالثَوَابِ
"Siapa yang bersabar atas perangai buruk suaminya maka Allah memberinya ganjaran yang setimpal dengan anugerah yang diberikan kepada Nabi Ayub 'alaihis salam..."
(Mahbib)


*) Dullah dan Darsun adalah nama rekaan yang tak disebut Syekh Nawawi. Keduanya digunakan sekadar untuk memudahkan cerita.

MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM DI BULAN MUHARRAM

MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM DI BULAN MUHARRAM



MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM DI BULAN MUHARRAM

Dalam beberapa keterangan yang ada dalam kitab salaf  terdapat beberapa amalan yang dilakukan pada bulan Muharram  , bahkan dalam kitab i’anatut tholibin dijelaskan ada 12 amalan :


حاشية إعانة الطالبين - (ج 2 / ص 301)

وقد عدها بعضهم اثنتي عشرة خصلة، وهي: الصلاة، والصوم، وصلة الرحم، والصدقة والاغتسال،
 والاكتحال، وزيارة عالم، وعيادة مريض، ومسح رأس اليتيم، والتوسعة على العيال، وتقليم الاظفار، وقراءة سورة الاخلاص - ألف مرة -. ونظمها بعضهم فقال: 
في يوم عاشوراء عشر تتصل * * بها اثنتان ولها فضل نقل  صم، صل، صل، زر عالما، عد، واكتحل * * رأس اليتيم امسح، تصدق واغتسل وسع على العيال، قلم ظفرا * * وسورة الاخلاص قل ألفا تصل 


Sebagian Ulama menghitung amalan yang dilakukan di buan Muharran ada 12 amalan , yaitu : sholat , puasa , silaturrahim , shodaqoh , mandi , memakai celak , berkunjung ke tempat orang alim , menjenguk orang sakit , mengusap kepala anak yatim , mayoran , memotong kuku , membaca surat ikhlas 1000 x .

Pada tulisan ini kita focus pada bab mengusap kepala anak yatim , sebagaimana keistimewaan anak yatim sampai sampai Nabi memberikan kompensasi kepada orang orang yang mau merewatnya kelak akan bersama Nabi disurga seperti jari telunjuk dan jari tengah yang artinya dekat dengan syafaat Nabi . begitu juga terdapat keutaman yang khusus ketika pengusapan kepala anak yatim tersebut dilakukan di bulan muharram .

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم من صام يوم عاشوراء من المحرم اعطاه الله تعالي ثواب عشرة الاف مللك ومن صام يوم عاشوراء من المحرم اعطي ثواب عشر شهيد ومن مسح يده علي راس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالي له بكل شعرة درجة

Diriwayatkan dari Ibn Abbas ra. Ia berkata : Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barang siapa puasa pada hari ‘asyura( tanggal10) muharram, Allah memberikan 10.000 pahala malaikat.  Barang siapa puasa pada hari ‘asyura( tanggal10) muharram, Allah memberikan pahala 10.000 para syuhada’ . Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pad tgl 10 muharram, Allah mengangkat derajatnyadengan setiap rambut yg diusap”

Manaahiij al-Imdaad I/521

Dari penjelasan Hadits diatas ada imbalan yang cukup menggiurkan bagi orang yang mau sedikit berbagi kasih sayang terhadap yatim pada bulam muharram  .

وورد في فضل مسح رأس اليتيم حديث أخرجه احمد والطبراني عن أبي امامة بلفظ من مسح رأس يتيم لا يمسحه الا لله كان له بكل شعرة تمر يده عليها حسنة وسنده ضعيف ولأحمد من حديث أبي هريرة ان رجلا شكى إلى النبي صلى الله عليه و سلم قسوة قلبه فقال اطعم المسكين وامسح رأس اليتيم وسنده حسن

Dan telah datang penjelasan hadits-hadits mengenai keutamaan mengusap kepala anak yatim yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Thabraany dari riwayat Abu Umamah dengan pernyataan“Barangsiapa mengusap kepala anak yatim yang semata-mata karena Allah disetiap rambut yang ia usap, Allah berikan kebaikan” (sanadnya dho’if)
Juga hadits dari riwayat Abu Hurairah “Sesungguhnya seorang lelaki mengadu pada Nabi shallallaahu alaihi wasallam tentang kerasnya hatinya, Nabi bersabda ‘Berikan makanan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim” (HR. Ahmad, sanadnya Hasan)
Fath al-Baari XI/151


PENGERTIAN MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM

Menurut Ibn Hajar al-Haytamy maksud mashu ro’si yatiim (mengusap kepala anak yatim) diatas adalah makna hakiki (arti sebenarnya)

والمراد من المسح في الحديث الثاني حقيقته كما بينه آخر الحديث وهو ( من مسح رأس يتيم لم يمسحه إلا لله كان له بكل شعرة تمر عليها يده عشر حسنات ومن أحسن إلى يتيمة أو يتيم عنده كنت أنا وهو في الجنة كهاتين وقرن بين أصبعيه ) . وخص الرأس بذلك لأن في المسح عليه تعظيماً لصاحبه وشفقة عليه ومحبة له وجبراً لخاطره ، وهذه كلها مع اليتيم تقتضي هذا الثوب الجزيل ، وأما جعل ذلك كناية عن الإحسان فهو غير محتاج إليه لأن ثواب الإحسان الذي هو أعلى وأجلّ قد ذكر بعده وأين القرب منه ( صلى الله عليه وسلم ) في الجنة حتى يكونا كالأصبعين من إعطاء حسنات بعدد شعر الرأس ، فشتان ما بينهما إذ الأول أكمل وأعظم وعلى التنزل وأنه أريد بذلك الكناية المذكورة فيكون قوله ( كان له ) إلخ كناية عن عظيم الجزاء ، وأنه لعظمته لو وجد في الخارج لكان أكثر من عدد شعر الرأس بكثير ، فيكون التجوّز والكناية في الطرفين طرف الفعل وطرف الجزاء عليه والكناية وإن كانت أبلغ من الحقيقة إلا أن محل الحمل عليها حيث لم يمنع منها مانع ، وقد علمت أن آخر الحديث يعين الحمل على الحقيقة لإفادته أن ما بعده يكون تأسيساً ، وهو خير من التأكيد اللازم للحمل على الكناية فافهم ذلك وتأمله . ثم رأيت أحاديث صريحة بأن المراد بالمسح حقيقته .

Yang dimaksud dengan mengusap dalam hadits kedua diatas adalah arti sebenarnya seperti dijelaskanpada hadits lain “Barangsiapa mengusap kepala anak yatim yang semata-mata karena Allah disetiap rambut yang ia usap, Allah berikan sepuluh kebaikan, dan barangsiapa memperbaiki anak yatim perempuan atau laki-laki yang ada didekatnya niscaya aku dan dia disurga bersanding seperti ini (Dan Nabi menggandengkan antara jemarinya)” Kepala menjadi hal yang istimewa untuk disebutkan dalam hadits-hadits diatas karena mengusap kepala mengandung pengertian adanya kasih saying, rasa cinta dan mengayomi akan kebutuhan yang diusap, dan kesemuanya bila dilakukan pada anak yatim berhak mendapatkan pahala yang agung. Sedang mengartikan ‘mengusap’ dalam hadits diatas dengan arti kinayah (sindiran-bukan sebenarnya) dalam pengertian ‘berbuat baik’ tidaklah dibutuhkan…. Dst

Al-Fataawaa al-Haditsiyyah Li Ibni Hajar I/43

Namun menurut imam at toyyi dalam kitab Marqaah al-Mafaatiih Imam al-Malaa Ali al-Qaariy al-Hanafy yang dimaksud kata ‘mengusap’ pada hadits diatas adalah arti kinayah dari memberikan kasih sayang serta berbuat penuh kelembutan dan cinta kasih pada mereka .

وعن أبي أمامة أي الباهلي قال قال رسول الله من مسح رأس يتيم وكذا حكم اليتيمة بل هي الأولى بالحنية لضعفها ثم التنكير يفيد العموم فيشمل القريب والأجنبي يكون عنده أو عند غيره لم يمسحه حال من فاعل مسح أي والحال أنه لم يمسح رأس اليتيم إلا لله أي لا لغرض سواه كان له أي للماسح بكل شعرة بسكون العين ويفتح أي بكل واحدة من شعر رأسه يمر بالتذكير ويؤنث من المرور أي يأتي عليها وكذا حكم محاذيها يده وفي نسخة من الإمرار ففاعله ضمير الماسح ويده مفعوله حسنات بالرفع على اسم كان والظاهر أن الحسنات مختلفة كمية وكيفية باعتبار تحسين النيات قال الطيبي مسح رأس اليتيم كناية عن الشفقة والتلطف إليه ولما لم تكن الكناية منافية لإرادة الحقيقة لإمكان الجمع بينهما كما تقول فلان طويل النجاد وتريد طول قامته مع طول علاقة سيفه رتب عليه قوله بكل شعرة يمر عليه يده ومن أحسن إلى يتيمة أو يتيم قيل أو للتنويع وقدم اليتيمة لأنها أحوج والظاهر أنه شك من أحد الرواة وقع في غير محله لأن حكم اليتيم قد علم مما سبق ففي هذه الفقرة جير اليتيمة باللطف اللهم إلا أن يخص الإحسان بالأنعام والإنفاق ونحوهما مما يغاير معنى مطلق الإحسان الشامل للمسح



Marqaah al-Mafaatiih Syarh Misykaah al-Mashaabiih XIV/263

Demikian sedikit penjelasan tentang mengusap kepala anak yatim di bulan muharram semoga membawa berkah bagi kita semua amin

Wallaahu A’lamu Bis Showaab



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Islam Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger