PERBEDAAN RUH DAN SUKMA

PERBEDAAN RUH DAN SUKMA 


Pada dasarnya ada perbedaan yang sangat signifikan ketika kita membicarakan tentang perbedaan ruh dan sukma , namun hal tersebut tetap hanya sebuah spekulasi karena kalau kita kroscek dalam Al qur’an , permasalahan ruh merupakan hak preogratif Allah sehingga tidak boleh ada yang mencampri .
Namun meski demikan  seperti itu sebagian dari kekasih Allah diberikan keistimewaan tentang pengertian ruh dan sukma tersebut . dalam kitab Durrotun Nashihin ada penjelasan tentang perbedaan Ruh dan Sukma .
والروح ثلاثة اضرب اولها سلطانية و الثانى روحانية والثالث جسمانية فموضع السلطانية الفؤاد يعنى القلب وموضع الروحانية الكبد يعنى الصدر وموضع الجسمانية بين اللحم والدم وبين العظم والعروق فإن قيل إذا نام العبد خرج روحه ام لا ؟ فإن قال قائل خرج فقد اخطأ وان قال لم يخرج فقد اخطأ . والجواب اذا نام العبد خرج روحه الجسمانى مع العقل ومشى بين السماء والارض فإن كان العقل معه رأى ما رأى فى المنام وإن لم يكن العقل معه رأى ما رأى ولكن لم يفهم

Ruh ( Nyawa ) dibagi menjadi tiga bagian ,  pertama Sulthoniyah kedua Ruhaniyyahketiga Jasmaniyah . adapun tempat ruh Sulthoniyah bermuara dihati dan ruh Ruhaniyah bertempat di dada sedangkan ruh Jasmaniyah bertempat diantara daging dan darah , diantara tulang dan urat . ketika ditanya , apabila seseorang tertidur apakah ruhnya keluar apa tidak ? apabila ada yang menjawab , ruhnya eluar maka jawaban tersebut salah dan apabila dijawab tidak keluar , jawaban tersebut juga salah . dan jawabanya adalah ketika seseorang tertidur maka ruh jasmaninya eluar dari tubuh bersamaan dengan akal dan berjalan diantara langit dan bumi apabila akal bersamaan dengan ryh tersebut maka maka orang tersebut bisa mengerti apa yang di lihat dalam mimpi dan apabila  akal tidak bersamanya maka orang tersebut tetap bisa melihat apa yang ada dalam mimpi tetapi tidak memahaminya .

Dari penjelasan diatas bisa kita pahami bersama bahwa dalam jasad manusia terdiri dari tiga unsur ruh yang kesemuanya memiliki fungsi yang berbeda . lalu apa perbedaan ruh dengan sukma , karena kalo kita fahami dri kosakata jawa antara ruh dan sukma bisa memiliki ma’na yang sama atau memang sama sama memiliki ma’na ruh akan tetapi berbeda jenis seperti keterangan diatas .

Dalam keterangan selanjutnya bisa kita pahami bahwa sukma dalam kosakata arab bukan berma’na ruh tetapi memiliki sebutan yang berbeda yaitu rowan , adapun perbedaanya dijelaskan dalam Durrotun Nashihin seperti berikut :
فإن قيل ماالفرق بين الروح والروان؟
قلنا الروح لايذهب ولا يجئ والروان يذهب ويجئ وإذا زال الروان نام العبد وإذا زال الروح مات العبد

Jika ditanya apa perbedaan ruh dan rowan ? maka kita menjawab : ruh tidak datang dan pergi ( tetap ) sedangkan rowan terkadang datang dan pergi , ketika rowan meninggalkan jasad seseorang maka dia akan tertidur sedangkan apabila ruh seseorang pergi maka dia akan mati .

Demikian sedikit gambaran perbedaan ruh dan sukma yang kamiambil dari kitab Durrotun Nashihin hal : 177 semoga memberi manfaat bagi kita semua . amin

KUNCI SURGA BAGI WANITA

KUNCI SURGA BAGI WANITA


Dalam Islam wanita memiliki kedudukan yang istimewa menurut Allah SWT , bahkan dalam sebuah Hadits dinyatakan bahwa :

 Ridho Allah terletak pada ridho ibumu , murka Allah terletak pada murka ibumu .

Ibu merupakan interprestasi keterwakilan kaum wanita , sampai ridho dan murka Allah digantungkan pada seorang perempuan ( ibu ) . padahal kalau kita flashback kebelakang jauh sebelum Islam datang ( zaman Jahiliyyah )dimana manusia pada waktu itu amat sangat tertindas sehingga terjadi persepsi bahwa meahirkan bayi perempuan merepakan aib keluarga .  Namun sekarang dengan datangnya Islam kedudukan manusia memiliki arti yang sama dihadapan Allah SWT hanya di bedakan oleh sekat yang tipis yaitu tingkat ketaqwaan .

Melihat pentingnya kaum hawa ( wanita ) dalam kehidupan di dunia ini Nabi Muhammad SAW memberikan apresiasi dengan empat hal yang memudahkan wanita masuk surga ( Kunci surga bagi wanita )


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحصنت فرجها وأطاعت بعلها دخلت من أي أبواب الجنة شاءت " رواه ابن حبان . 

Rosulullah SAW bersabda : apabila seorang wanita mengerjakan sholat lima waktunya , menjalankan puasa ramadhanya , menjaga farjinya ( kemaluanya ) dan menta’ati suaminya maka dia akan masuk surga dari semua pintu surga yang dia kehendaki . ( HR . Ibnu Hibban )

Dari keterangan Nabi diatas dapat kita simpulkan bahwa kunci surga bagi wanita ada empat .

1.       Menjalankan sholat fardhu lima waktu
2.       Berpuasa di bulan Ramadhan
3.       Menjaga kemaluanya dari berbuat zina
4.       Taat kepada suaminya
Dengan demikian ketika seorang wanita muslimah mampu menjalankan ke empat hal tersebut , maka baginya kunci untuk masuk surga .


Hukum Bersentuhan Dengan Kulit Waria , apakah Membatalkan Wudhu ???

Hukum Bersentuhan Dengan Kulit Waria , apakah Membatalkan Wudhu ???

  Soal :
   Laki laki atau perempuan apabila menyentuh kulit Waria ( banci ) secara langsung , apakah bisa membatalkan wudhu atau tidak ?
      ( Plosojenar )

      Jawab :

      Apabila bersentuhan dengan khuntsa ( banci ) Musykil maka tidak membatalkan wudhu .
     Keterangan : Khuntsa Musykil yaitu : khunsta yang memiliki alat kelamin ganda ( laki laki dan perempuan ) atau khunsta yang tidak memiliki alat kelamin hanya memiliki lobang untuk kencing .

      Nash :

الخنثى في اللغة من الخَنَثِ، وهو اللِيْنُ. وفي الشريعة شخص له التا الرجال والنساء أو ليس له شيئ منهما أصلا  {التعريفات ص:101}
Al Khuntsa menurut bahasa dari lafadz hanatsa adalah : lentur dan menurut arti Syara’ adalah seseorang yang memiliki dua alat kelamin laki laki dan perempuan atau seseprang yang tidak memiliki alat kelamin dari keduanya .
( At Ta’rifat Hal : 101 )
 وقال محمد سِبْطُ المارِدِنِيِّ : والخنثى المشكل قسمان:قسم له الة الرجال أي من الذكر والبَيْضَتَيْنِ، وألة النساء جميعا. وقسم له ثَقْبَةٌ يخرج منها البول لا تُشبه الةً من الالتين.
{ كاشفة السجا  ص:89 }
Muhammad Sibtu Al Mardini berkata : Khuntsa musykil terbagi menjadi dua : pertama : orang yang memiliki alat kelamin laki laki ( dzakar dan dua plingsiran ) dan alat kelamin wanita secara bersamaan . kedua : orang yang hanya memiliki lubang untuk mengeluarkan air seni dan tidak menyerupai salah satu dari kedua alat kelamin .
( Kasyifatu Saja Hal : 89 )
والحاصل أن اللمس ناقض بشروط خمسة أحدها أن يكون بين مختلفين ذكورة وأنوثة فلا نقض بين ذكرين ولا بين أنثيين ولا بين أحدهما وخنثى لاحتمال أن يكون مثله {نهاية الزين ص:27}
Al hasil menyentuh kulit  dapat membatalkan wudhu dengan lima syarat : pertama : berbeda jenis kelamin laki laki dan perempuan maka tidak membatalkan antara dua laki laki atau dua wanita dan tidak membatalkan antara salah laki laki atau perempuan dengan khuntsa karena ada kemungkinan dia sama jenisnya .
( Nihayatuz Zain Hal : 27 )
أول شروط النقض باللمس وهو أن يكون بين مختلفين ذكورةٍ وأُنوثةٍ، فخرج بذالك الرجلان والمراتان والخُنْثَيَان والخنثى والرجل والخنثى والمراءةُ
{حاشية الباجورى على ابن قاسم الغزي الجز الأول ص:72 }

Salah satu syarat batalnya wudhu sebab bersentuhan adalah berbeda lawan jenis laki laki dan perempuan berbeda dengan dua laki laki , dua perempuan , dua khuntsa , antara khuntsa dan laki laki , dan antara khunsta dengan perempuan .

( Al Bajuri Juz : 1 Hal : 72 )

HUKUM LAKI LAKI YANG SUDAH BERISTRI MENGAKU LAJANG( BUJANG ) : Apakah Pengakuan tersebut dihukumi talaq ????

HUKUM  LAKI LAKI YANG SUDAH BERISTRI MENGAKU LAJANG( BUJANG ) : Apakah Pengakuan tersebut dihukumi talaq ????




       Diskripsi Masalah :   
   Seseorang sudah beristri, ketika ditanya oleh orang lain, ia mengatakan bahwa ia belum mempunyai istri.
                Pertanyaan :
                Perkataan yang semacam itu apakah bisa terjadi thalaq ? ( Ranting NU Puluhantengah )
                Jawab :
Perkataan yang semacam itu termasuk kinayahnya tholaq, bisa jatuh tholaq apabila diniyatkan menthalaq istrinya, apabila tidak diniyatkan maka tidaklah jatuh thalaq.

Referinsi :
1.       I’anatut Tholibin Juz : 4 Hal : 14
2.       Al Iqna  Juz : 2 Hal : 150

قوله وأنت خلية أى من الزوج .... فإذا قصد الطلاق وقع وإلا فلا.  

{ إعانة الطالبين  جز: 4   ص:14 }

                Artinya :
            Perkataan seorang suami ( kepada istrinya ) :”Engkau kosong ( lajang ) maksudnya (kosong) dari suami…….. apabila menyengaja untuk menthalaq, maka jatuhlah thalaq, apabila tidak maka tidak.

والكناية  كل لفظ إحتمل الطلاق  وغيره .... وتفتقر في وقوع الطلاق بها إلى النية  

{ إقناع   جز:2   ص:150 }

            Artinya :
      Kinayah tholaq adalah tiap-tiap lafadz yang menyerupai tholaq lan lainnya…… maka membutuhkan niat di dalam terjadinya tholaq dengan tholaq kinayah.


PERBEDAAN JIN , SYETAN DAN IBLIS


PERBEDAAN JIN , SYETAN DAN IBLIS



Pertanyaan :
Apa perbedaan  Jin, Syetan dan  Iblis ? ( Ranting NU Kijingan )
            
Jawab :

Dalam permasalahan diatas, dari teks yng kami temukan baik dari Al Qur'an maupun pendapat ulama terdapat beberapa berbedaan , adapun perbedaanya antara lain :

Jin :     

o    Jin adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT , mereka dari bangsa ghoib dan bisa berubah ubah bentuk .
o     Jin dibuat dari apai yang sangat panas .
o     Jin ada yang Islam juga ada yang kafir .
o     Jin juga menerima beban syari’at ( wajib menjalankan syari’at yang dibawa oleh nabi ) .
o     Jin ada yang Sholih dan ada yang Tholih ( jahat )

Syetan :
o    Syetan bukanlah mahluk yang berdiri sendiri ( obyek ) tetapi istilah dari semua perkara ( perbuatan ) yang mengajak pada perbuatan ma’siat ( dosa ) baik dari bangsa jin maupun manusia .

Iblis :

o    Iblis adalah nenek moyang dari Jin seperti Nabi Adam adalah nenek moyang dari manusia
o    Sebagian Ulama’ berpendapat bahwa Iblis termasuk golongan dari Malaikat , dan sebagian berpandapat tidak .
o    Makhluk Allah SWT yang takabbur  dan ingkar terhadap Allah
o    Iblis bisa memiliki keturunan
o    Iblis dan semua keturunanya adalah musuh manusia yang jelas .

    
Ibarat :

1.              Kawakib al Ajwaj Hal : 152
2.              Surah Al Hajr ayat : 27
3.              Surah Al Jin ayat : 14 -15
4.              Surah Adz zhariyat ayat : 56
5.              Surat al Jin ayat : 11
6.              Tafsir Showiy Juz : 1 Hal : 5
7.              Surah al An’am  ayat : 112
8.              Tafsir Ibnu Katsir  Juz : 1 Hal : 29 – 30
9.              Tafsir Thobariy Juz : 1 Hal : 179
10.          Tafsir Ibnu Katsir  Juz : 1 Hal : 134
11.          Surah al Kahfi ayat : 50
12.          Surah al Baqoroh ayat : 50

Ibarat :

وأما الجن فأجسام لطيفة هوائية تتشكل بأشكال مختلفة ويظهر منها أفعال عجييبة. 
{ كوكب الأجوج  ص: 152 }
Jin adalah benda yang halus yang berupa udara yang bisa berubah bentuk dan memperlihatkan perkara yang mengherankan .
( Kawakib al Ajwaj Hal : 152 0
والجان خلقنه من قبل من نار السموم { الحجر : 27 }
Dan jin yang kami ciptakan sebelumnya dari api yang panas ( Al Hijr : 27 )

وانا منا المسلمون ومنا القاسطون، فمن اسلم فاولئك تحروا رشدا، واما القاسطون فكانوا لجهنم حطبا.{ الجن  14- 15}
وما خلقت الجن والإنس الا ليعبدون  { الذاريات : 56 }

وانا منا الصلحون ومنا دون ذلك، كنا طرائق قددا  { الجن : 11 }

والشيطان اصله من شطن أى بعد عن الرحمة وقيل من شاط بمعنى إحترق، وهو إسم لكل عات من الجن والإنس  {تفسير الصاوى : جز:1  ص:5 }
Kata syetan berasal dari syatona artinya jauh dari rahmat , dan dikatakan berasal dari kata syaa tho yang berma’na membakar .syetan adalah istilah ( nama ) pada setiap perkara yang menyimpang ( mengajak pada perbuatan ma’siat ) dari bangsa manusia dan jin .
( Tafsir Showi Juz : 1  Hal : 5 )

وكذالك جعلنا لكل نبي عدوا شيطين الإنس والجن، يوحي بعضهم الى بعض زخرف القول غرورا     {الأنعام:112}
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. ( Al An’am : 112 )

عن ابي ذر رضي الله قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا أبا ذر تعوذ بالله من شياطين الإنس والجن، فقلت : او للإنس شياطين؟ قال: نعم. – رواه أحمد – { تفسير إبن كثير: جز: 1 ص:29-30 }
Dari Abi Dzar R.A . Rosulullah SAW berkata : wahai Aba Dzar berlindunglah kepada Allah dari godaan Syetan dari bangsa manusia dan jin . saya bertanya : apakah dari bangsa manusia ada yang menjadi syetan ? Nabi menjawab : iya . HR . Ahmad .
( Tafsir Ibnu Katsir Juz : 1 Hal : 29 – 30 )

إبليس أبو الجن كما ادم أبوالإنس { تفسير الطبرى جز:1 ص:179 }
Iblis adalah nenek moyang dari bangsa jin seperti halnya Nabi Adam adalah nenek moyang dari  manusia .
( Tafsir Thobariy Juz : 1  Hal : 179)

ما كان ابليس من الملائكة طرفة عين قط، وإنه لأصل الجن كما ان أدم أصل الإنس  { تفسير ابن كثير جز:1 ص:134}
Iblis bukanlah dari bangsa malaikat sama sekali  dan dia ( iblis ) adalah moyang dari bangsa jin seperti Nabi adam adalah moyang dari manusia .
( Tafsir Ibnu Katsir Juz : 1 Hal : 134 0
وإذ قلنا للملئكه اسجدوا لأدم فسجدوا الا ابليس كان من الجن ففسق عن امر ربه أفتتخذونه وذريته اولياء من دوني وهم لكم عدو وبئس للظالمين بدلا  { الكهف : 50 }
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. ( Al Kahfi : 50 )

وإذ قلنا للملئكة اسجدوا لأدم فسجدوا الا إبليس ابى واستكبر وكان من الكفرين  { البقرة : 34 }

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. ( al Baqoroh : 34 )

PERBEDAAN GHIBAH DAN NGERUMPI ( NGRASANI )

PERBEDAAN GHIBAH DAN NGERUMPI ( NGRASANI )



Tanya

1.       Bagaimana maksudnya bahwa ghibah (ngerumpi) itu
1.       Termasuk dosa besar bagi ahlul ilmu dan ahlul quran
2.       Termasuk dosa kecil bagi selain keduanya. Apakah dianggap termasuk dosa kecil bagi orang yang hanya sekedar tahu bahwa ghibah itu haram tanpa mengetahui dasar hukumnya.
2.       Mohon dijelaskan tentang enam macam ghibah yang diperbolehkan, sebagaimana disebutkan dalam nadham di bawah ini, kemudian mohon diberikan contohnya!

القَدُحُ لَيْسَ بِغِيْبَةٍ فِى سِتَّةٍ * مُتَظَلِّمٍ وَمُعَرِّفٍ وَمُحَذِّرٍ
وَلِمُظْهِرٍ فِسْقًا وَمُسْتَفْتٍ وَمَنْ * طَلَبَ الإِعَانَةَ فِى إِزَالَةِ مُنْكَرٍ

3.       Apakah penghujatan itu termasuk ghibah?

Jawaban

1.       Sebenarnya bukan ghibah saja yang apabila dilakukan oleh ahlul ilmi dan ahli Quran yang menjadi dosa besar, akan tetapi semua dosa kecil itu dianggap dosa besar oleh Allah swt apabila ada salah satu dari lima sebab, sebagaimana disebutkan oleh Imam al Ghozali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin cetakan Darul Fikr, Beirut, tt, juz 4 halaman 32-31, lima macam sebab tersebut adalah sebagai berikut:

1.       Dosa kecil yang dilakukan terus-menerus tanpa ada keinginan untuk berhenti.
2.       Dosa kecil yang dilakukan dengan perasaan bangga.
3.       Dosa kecil yang dilakukan dengan perasaan meremehkannya.
4.       Dosa kecil yang dilakukan dengan terang-terangan di muka umum.
5.       Dosa kecil yang dilakukan oleh orang alim atau orang yang menjadi panutan masyarakat.
2.       Enam macam ghibah yang diperbolehkan sebagaimana yang anda sebutkan dalam dua bait nadham diatas, adalah

1.       Muttadhallim, yaitu orang yang dianiaya oleh orang lain, kemudian mengadukan penganiayaan yang dilakukan oleh orang lain tersebut kepada pejabat yang berwenang mengurus penganiayaan tersebut kepada orang lain yang tidak berhak.

2.       Orang yang kesulitan menemukan seseorang meskipun sudah diketahui namanya tanpa menyebutkan cacatnya, karena kebetulan banyak orang yang namanya sama. Misalnya ada orang yang mencari seseorang dikampung A yang bernama Ahmad. Kemudian dia bertanya kepada salah seorang penduduk, Orang yang ditanya kembali bertanya: Ahmad siapa? Dikampung ini ada sepuluh orang yang bernama Ahmad! Yang bertanya: Si Ahmad yang selalu memakai songkok dan tidak pernah melepasnya! Yang ditanya: Orang yang bernama Ahmad di sini semuanya memakai songkok dan tidak pernah melepasnya! Yang bertanya: Ahmad yang raji sholat berjamaah! Yang ditanya: Ahmad yang ada sepuluh orang itu semuanya rajin berjamaah! Yang bertanya: Ahmad yang rajin ta’ziyah jika ada orang mati! Yang ditanya: Semua Ahmad disini rajin ta’ziyah! Setelah penanya kesulitan menemukan Ahmad dengan menyebutkan sifat-sifat yang baik, akhirnya dia berkata: Maaf! Si Ahmad yang matanya buta sebelah! Kemudian yang ditanya baru mengetahui dan menjawab: Oh! Ahmad itu, itu rumahnya nomor sekian!

3.       Orang yang memperingatkan kepada masyarakat agar menghindarkan diri dari perbuatan yang tercela seperti yang dikerjakan oleh si A agar hidupnya tidak sengsara seperti si A.

4.       Orang yang terang-terangan berbuat maksiat, seperti penjual minuman keras, pemabuk, penjudi dan lain sebagainya.Orang yang meminta fatwa kepada orang lain, seperti yang dilakukan oleh sahabat Hindun ra kepada Rasulullah saw tentang suaminya Abu Sufyan: Ya Rasulullah! Saya takut kufur dalam iman! Rasulullah saw bersabda: Ada apa sebenarnya? Hindun menjawab: Saya tidak mencela suami saya Abu Sufyan tentang kegagahan dan ahlaknya, tetapi sayang beliau ringan tangan dan terlalu sedikit memberi nafkah kepadaku! Rasulullah saw bersabda: Maukah engkau mengembalikan kebun yang diberikan oleh Abu Sufyan kepadamu sebagai mahar? Hindun menjawab: Mau! Kemudian Rasulullah saw. Memanggil Abu Sufyan untuk menerima kembali kebun dari Hindun sebagai tebusan dari talak yang dijatuhkan oleh Rasulullah saw.

5.       Orang yang meminta bantuan kepada orang lain untuk menghilangkan kemungkaran. Misalnya si A melihat si B melakukan perbuatan mungkar, seperti minum arak, atau berjudi disuatu tempat atau lainnya. Sewaktu si A melihat si B berbuat mungkar, maka si A berkewajiban mengingatkan/menasehati si B. Akan tetapi karena suatu alasan si A tidak berani menasehati/mengingatkan si B. Kemudian si A melihat bahwa ada orang lain yang disegani dan diikuti nasehatnya oleh si B, yaitu si C. Dalam hal ini maka si A diperbolehkan menuturkan kepada orang lain yang tidak mampu menasehati si B.

3.       Menghujat seseorang itu adalah termasuk ghibah, sebab ghibah itu menurut kitab-kitab salaf adalah: menuturkan sesuatu yang ada pada orang lain, yang apabila orang yang dituturkan tersebut mendengarnya, dia marah atau tidak senang hatinya.


Sumber :@ Koleksi Bahtsul Masail yang dimiliki oleh KH. A. Masduqi Machfudh, termasuk arsip Kolom Bahtsul Masail dari majalah PWNU Jawa Timur Aula, Bahtsul Masail Wilayah (PWNU) Jawa Timur, dan Bahtsul Masail pada muktamar maupun pra-muktamar NU.

@ Santri.net

SURAT AL FALAQ AN NAAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR

SURAT AL FALAQ AN NAAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR


Sihir merupakan salah satu ilmu yang digunakan untuk tujuan yang tidak baik , karena memiliki efek yang kurang baik bagi kehidupan manusia seperti menjadikan orang menjadi sakit , perpisahan antara suami dan istri dll , meskipun sebenarnya semua kembali pada qodrah dan irodahnya Allah . namun demikian sihir tetap ada di dunia ini karena untuk cobaan manusia sebagai hamba yang beriman .

Awal Munculnya Ilmu Sihir dan Tujuannya

Pada kenyataanya sihir santet dan sejenisnya memang sudah ada jauh sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rosul , karena memang ilmu tersebut sengaja disebarkan sebagai cobaan bagi orang yang beriman lewat kedua malaikat Allah , Harut dan Marut . dalam Alqur’an surat Al Baqoroh ayat 101- 103 Allah menjelaskan :

وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ () وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ () وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (} [البقرة: ,101102، 103]

Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa ilmu sihir memang sudah ada sejak dulu dan bertujuan sebagai cobaan bagi hamba Allah agar bisa menjaga diri terjerumus kedalamkekufuran .

Surat Al Falaq dan An Naas sebagai Penangkal Sihir

Pada zaman Rosulullah juga terjadi , yaitu ketika Labid al Yahudi mensihir Nabi dengan mengikat sebanyak 11 ikatan pada saat itu Nabi merasa kesakitan dan Allah memberitahu kepada Nabi tentang kejadian tersebut kemudian memerintahkan untuk mengangkat telapak tangan dan membaca ta’awudz serta surat al Falaq dan an Naas ,  dan ketika membaca kedua ayat tersebut semua ikatan terlepas dan Nabi merasa ringan . 

 نزلت هذه السورة والتي بعدها لما سحر لبيد اليهودي النبي صلى الله عليه وسلم في وتر به إحدى عشرة عقدة فأعلمه الله بذلك وبمحله فأحضر بين يديه صلى الله عليه وسلم وأمر بالتعوذ بالسورتين، فكان كلما قرأ آية منها انحلت عقدة ووجد خفة، حتى انحلت العقد كلها، وقام كأنما نشط من عقال.

Ayat ini ( al Falaq ) dan satu ayat setelahnya turun karena Labid al Yahudi mensihir Nabi SAW dengan tali sebanyak 11 ikatan , kemudian Allah memberi tahu Nabi akan kejadian tersebut dan tempatnya , kemudian memerintahkan mengankat telapak tangan dan membacakan ta’awudz dengan dua surat ( al Falaq , An Nas ) dan ketika di baca dua ayat tersebut satu ikatan terlepas dan Nabi meresa ringan sampai semua ikatan terlepas dan Nabi berdiri seperti sesorang yang terlepas dari ikatan .

Tafsir Jalalain Juz : 2 Hal : 512

Cara Menggunakan Surat Al Falaq An Naas sebagai Penangkal Sihir 

Dalam prakteknya ada berbagai macam cara yang digunakan berdasarkan berbagai riwayat , diantaranya :

1.    Membaca tiga kali setiap satu kali bacaan ditiupkan ke telapak tangan lalu diusapkan keseluruh    badan setiap akan tidur.
2.    Cukup dibaca tiap selesai sholat fardhu
3.    Ketika dalam keadaan sakit , dibacakan orang lain dan diusapkan keseluruh tubuh yang       sakit

Demikian sedikit keterangan tentang Faedah surat Al Falaq An Naas sebagai penangkal sihir . semoga bermanfaat bagi kita semua amin .

Wallahu a’lam bis showab 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Islam Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger